Motif Batik Mega Mendung

Motif yang berasal dari kota Cirebon ini memiliki ciri khas tersendiri dalam membuat motif. Diantara motif yang paling populer bahkan menjadi ciri khas kota Cirebon adalah batik Mega Mendung. Batik mega mendung diisi dengan pola-pola berbentuk awan dengan diberi warna yang gelap seperti biru tua, merah tua, hijau tua dan sebagainya.

Motif Batik Kraton

Pada awalnya, motif batik keraton sangat eksklusif. Rakyat biasa tidak diperkenankan untuk memakai motif ini karena yang boleh memakai hanya Sultan dan keluarganya saja. Namun belakangan, peraturan tersebut dicabut dan rakyat biasa sudah boleh memakai motif ini.

Motif Batik Solo

Ciri khas batik dari solo yang sering disebut juga sebagai batik sogan adalah warna motifnya yang berwarna kecokelatan. Batik Solo juga masih menerapkan konsep tradisional dengan hanya memakai bahan-bahan alami sebagai pewarnanya. Filosofi motif batik Solo adalah gelombang-gelombang sungai bengawan solo yang membawa ketenangan.

Motif Batik Sekar Jagad

Motif ini adalah salah satu motif yang sangat khas di Indonesia. Batik jenis ini berasal dari Jawa, lebih tepatnya Yogyakarta. Makna dari motif segar jagad adalah keindahan atau kecantikan yang membuat orang yang melihatnya jadi terpesona.

Motif Batik Pekalongan

Kebanyakan motif dari pekalongan dipengaruhi oleh kebudayaan-kebudayaan luar yang datang karena faktor perdagangan. Hal ini disebabkan karena letak kota Pekalongan sangat strategis sekali untuk lokasi perdagangan disebabkan mudah dicapai dari segala penjuru.

Selasa, 12 April 2016

#NgertiBatik Mengenal Batik Jepara

Batik merupakan salah satu warisan budaya bangsa Indonesia. Setiap batik mempunyai corak dan ciri khas yang berbeda, ciri khas batik Jepara menggunakan gambar-gambar atau motif-motif ukiran khas Jepara. Berikut beberapa motif batik Jepara:

1. Batik Parang Poro



Nama Parang Poro yang memiliki sebuah makna penting serta singkatan yang berasal dari parang, yang ternyata tida hanya sekeradar mempunyai motif Jepara. Motif ini juga disusun miring dengan stilisasi ranting serta daun yang saling mengait. Makna yang terkandung pada motif batik Parang Poro tersebut yaitu hidup yang saling membutuhkan.
 
2. Batik Kembang Setaman
 

Motif kembang setama yaitu sebuah motif batik yang menghasilkan sebuah lukisan ulir dengan hiasan aneka bunga serta kupu-kupu. Didalam motif ini mencerminkan sebuah harmoni keindahan sebuah taman.
 
3. Batik Sido Arum




Sido Arum merupakan motif yang diilhami dari motif-motif klasik yang sudah ada seperti Sido Mukti, Sido Pangkat, dan semacamnya. Motif ini mengandung pesan agar derajat pangkat bermanfaat bagi kehidupan.

4. Batik Sekar Jagat Bumi Kartini
 


Motif ini terinspirasi dari motif Sekar Jagat yang sudah ada namun terdapat nuansa yang berbeda pada garis pembatasnya yang berupa stilisasi bunga melati. Harapan simboliknya, batik yang ada di Jepara ini aromanya akan menyebar ke seluruh penjuru negeri dan lebih dikenal di masyarakat.

5. Batik Lung-Lungan


Motif batik ini memiliki motif yang merupakan terjemahan dari berbagai relief ukiran khas Jepara, khususnya ukiran khas daerah Senenan.

#NgertiBatik Mengenal Batik Pekalongan

Batik merupakan salah satu warisan budaya bangsa Indonesia. Setiap batik mempunyai corak dan ciri khas yang berbeda, ciri khas batik Pekalongan berlatar warna cerah mencolok dan motif batik kecil-kecil dengan jarak yang rapat. Berikut beberapa motif batik Pekalongan:


1. Batik Jlamprang
Batik jlamprang merupakan motif  ciri khas kota Pekalongan. Bentuk pemakaian kain batik ini secara sakral menyimbolkan bahwa batik jlamprang merupakan media untuk menghubungkan dunia manusia dan dunia dewa karena bentuk motifnya mempunyai simbol mistis yang bisa diterima oleh dunia Hyang yang menjadi dunia Den Anyu Lanjar. Meski dulu batik jlamprang disakralkan untuk upacara mistis, kini batik ini bisa dipakai kapan saja tanpa ada sentuhan mistis di baliknya

2. Batik Liong

Pada zaman dahulu, banyak etnis Tionghoa yang sudah menetap di Pekalongan. Mereka juga turut andil dalam perkembangan trend busana pada masa lampau. Salah satu bentuk partisipasinya ialah dengan diciptakannya batik Liong. Dilihat dari sisi ornamen, motif batik Liong cenderung mengadopsi wujud makhluk imaginir seperti ular naga

3. Batik Semen


Batik semen merupakan motif batik klasik dari daerah Pekalongan. Penampilannya hampir sama dengan motif batik semen dari Jogja dan yang lebih terkenal dari daerah Solo, hanya saja motif Semen Pekalongan tidak terdapat unsur cecak dan lebih didominasi oleh gari-garis dekoratif. Ornamen pendukung umumnya berupa burung garuda atau tumbuhan tertentu. Filosofinya yaitu lambang burung garuda yang gagah perkasa yang mampu bertahan dalam kondisi apapun. Siapapun yang memakainya diharapkan memiliki keteguhan hati yang kuat.


4. Batik Encim


Kata encim sendiri berasal dari kata cici yaitu panggilan untuk kakak perempuan suku tiong hoa. Karena pergaulan dengan pribumi jawa kata cici ini berubah kata menjadi encim yang bisa di simpulkan bermakna perempuan cina. Batik encim sendiri mempunyai pengertian kain batik yang dipakai oleh perempuan tiong hoa yang kebanyakan berupa kain sarung, sebagai pasangan kebaya encim. Batik encim mempunyai ciri khas motif flora dengan warna cerah dan kaya warna.


#NgertiBatik Mengenal Batik Yogyakarta

Batik merupakan salah satu warisan budaya bangsa Indonesia. Setiap batik mempunyai corak dan ciri khas yang berbeda, ciri khas batik Yogyakarta biasanya berlatar putih dan mempertahankan motif gaya keraton yang baku. Berikut beberapa motif batik Yogyakarta:



1. Batik Kawung



Motif Kawung berpola bulatan mirip buah Kawung (sejenis kelapa atau kadang juga dianggap sebagai buah kolang-kaling) yang ditata rapi secara geometris. Kadang, motif ini juga diinterpretasikan sebagai gambar bunga lotus (teratai) dengan empat lembar daun bunga yang merekah. Lotus adalah bunga yang melambangkan umur panjang dan kesucian. Biasanya motif-motif Kawung diberi nama berdasarkan besar-kecilnya bentuk bulat-lonjong yang terdapat dalam suatu motif tertentu. 



2. Batik Tambal





Motif batik tambal memiliki arti tambal bermakna menambal atau memperbaiki hal-hal yang rusak. Dalam perjalanan hidupnya, manusia harus memperbaiki diri menuju kehidupan yang lebih baik, lahir maupun batin. Dahulu, kain batik bermotif tambal dipercaya bisa membantu kesembuhan orang yang sakit. Caranya adalah dengan menyelimuti orang sakit tersebut dengan kain motif tambal.


3. Batik Pamiluto



Motif batik pamiluto mempunyai kegunaan dipakai pada saat upacara pertunangan penganten jawa. Nilai makna filosofis pamilut yaitu perekat,  yang artinya agar pasangan merasa saling terikat satu sama lain. Sedangkan batik pamiluto biasanya diberi warna dengan soga alam sehingga warnanya menjadi kecoklat-coklatan tua.


4. Batik Ceplok



Pola dengan motif-motif ceplok ini terinspirasi oleh bentuk buah kawung (buah atap atau buah aren) yang dibelah empat. Keempat bagian buah bersama intinya itumelambangkan empat arah (penjuru) utama dalam agama Budha. Pada dasarnya, ceplok merupakan kategori ragam hias berdasarkan pengulangan bentuk geometri, seperti segi empat, empat persegi panjang, bulat telur, atau pun bintang. Selain itu, motif ceplok juga sering dipadupadankan dengan berbagai bentuk motif lainnya untuk mendapat corak dan motif batik yang lebih indah.



5. Batik Lereng


Batik lereng menurut pakemnya hanya boleh digunakan oleh sentono dalem (anak dari ratu). Lereng berasal dari kata mereng (lereng bukit). Sejarah motif ini diawali dari pelarian keluarga kerajaan dari Keraton Kartasura. Para keluarga raja terpaksa bersembunyi di daerah pegunungan agar terhindar dari bahaya. Mereka berada di daerah-daerah yang sulit dijangkau musuh.  Motif ini berarti juga topo broto para raja yang dilakukan di lereng-lereng pegunungan untuk mendapatkan wahyu  atau wangsit. Dalam tapa brata itulah mereka dapat melihat pemandangan gunung dan pegunungan yang berderet-deret sehingga menyerupai pereng atau lereng.


6. Batik Nitik


Motif nitik mempunyai arti filosofis jawa. Nitik cakar yang sering digunakan pada upacara adat perkawinan ini diberi nama demikian karena pada bagian motifnya terdapat ornamen yang berbentuk seperti cakar ayam. Motif cakar yang dimaksud adalah cakar ayam atau kaki bagian bawah kaki. Motif cakar ini digunakan untuk mengais tanah mencari makanan atau sesuatu untuk dimakan cacing. Nitik cakar dikenakan pada upacara adat perkawinan dimaksudkan agar pasangan yang menikah dapat mencari nafkah dengan halal sepandai ayam mencari makan dengan cakarnya yang tajam.

#NgertiBatik Mengenal Batik Surakarta

Batik merupakan salah satu warisan budaya bangsa Indonesia. Setiap batik mempunyai corak dan ciri khas yang berbeda, ciri khas batik Surakarta berlatar hitam atau gelap dan mempertahankan motif gaya keraton yang baku. Berikut beberapa motif batik Surakarta:


1. Batik Sidomukti 


Sidomukti berasal dari kata ”sido” yang berarti jadi/menjadi atau terus menerus, dan “mukti” yang berarti mulia dan sejahtera. Jadi pengertian batik Sidomukti adalah menjadi mulia dan sejahtera. Batik Sidomukti mengandung harapan untuk mencapai kebahagiaan lahir dan batin. Kegunaan batik Sidomukti adalah dalam upacara perkawinan adat Jawa, yakni digunakan pada tahap siraman, kerikan, ijab, dan panggih. Motif batik Sidomukti mempunyai makna sangat filosofis. Makna tersebut menunjukkan kedalaman pemahaman terhadap unsur budaya lokal. Sampai sekarang nilai-nilai tersebut masih bertahan, seperti halnya batik Sidomukti. Batik Sidomukti sebagai simbol pengharapan dan doa dituangkan dalam coraknya, yakni berupa ornamen pengisi dan sen-isennya

2. Batik Truntum




Motif batik Truntum ini merupakan simbol ketulusan cinta kasih Sang Ratu  yang sangat mendalam kepada Sang Raja dan akan terus berkembang, yang dalam istilah jawa disebut truntum, teruntum atau tumaruntum. Kain Batik Truntum ini biasanya digunakan oleh orang tua kedua mempelai pada saat pernikahan dengan tujuan “menuntun” untuk memasuki gerbang kehidupan baru hidup berumah tangga. Juga berarti Ing Ngarso Sung Tulodhoyang berarti orang tua yang menjadi contoh teladan yang dianggap sudah lulus dari sebuah ujian cinta kasih dalam berumah tangga. Sehingga orang tua wajib untuk menuntun anaknya dalam memasuki kehidupan berumah tangga agar terwujud cinta kasih sayang yang terus tumbuh dan berkembang sebagaimana di lambangkan dalammotif batik tulis Truntum atau Teruntum


3. Batik Satrio Manah



Batik solo motif satrio manah ini biasa dipakai oleh wali pengantin pria pada saat prosesi lamaran/meminang. Motif ini diartikan sebaga ksatria yang sedang mengarahkan panahnya, sebagai perlambang bahwa ia tengah ‘memanah’ hati sang kekasih. Maknanya supaya lamaran dapat diterima oleh pihak calon pengantin wanita beserta keluarganya 


4. Batik Semen Rante





Jika pengantin laki-laki mengenakan Batik Satrio Manah, maka sang wanita mengenakan batik dengan motif semen rante. Rante atau rantai dalam bahasa Indonesia, sebagai perlambang bahwa sejak dipinang hingga selamanya, hati wanita tersebut sudah terikat untuk pria yang akan menikahinya, dan tertutup sudah kesempatan bagi pria lain. Semen diambil dari kata semai, sebagai perlambang agar cinta di antara mereka berdua selalu bersemi.



5. Batik Parang Kusumo



Batik Parangkusumo berasal dari kata “kusumo” yang artinya kembang atau bunga yang dikaitkan dengan kembanging ratu. Sesuai dengan namanya, batik Parangkusumo hanya dipakai oleh kalangan keturunan raja secara turun-temurun bila berada didalam keraton. Motif batik Parangkusumo terdiri dari unsur motif api dan motif mlinjon. Motif-motifnya tersusun menurut garis diagonal, motif api atau motif parang posisinya bertolak belakang dengan motif mlinjon yang berbentuk segi empat belah ketupat. Di tengah-tengah motif api terdapat dua motif bunga kecil yang bertajuk tiga dan saling bertolak belakang. Motif batik parang kusuma biasanya digunakan untuk busana pengantin Kasatrian Ageng. 

#NgertiBatik Mengenal Motif

Pada hari Senin, 21 Maret 2016, #NgertiBatik melakukan aksi yang keempat yaitu mempelajari motif batik dengan metode browsing. Motif yang kami pelajari merupakan motif batik yang berasal dari Jawa Tengah, yang meliputi beberapa kota yaitu Surakarta, Yogyakarta, Pekalongan, Jepara, dan Semarang. Berikut ini adalah beberapa motif batik yang berasal dari Jawa Tengah:

Batik Surakarta
1. Batik Sidomukti
2. Batik Truntum
3. Batik Satrio Manah
4. Batik Semen Rante
5. Batik Parang Kusumo

Batik Yogyakarta
1. Batik Kawung
2. Batik Tambal
3. Batik Pamiluto
4. Batik Ceplok
5. Batik Lereng
6. Batik Nitik

Batik Pekalongan
1. Batik Jlamprang
2. Batik Liong
3. Batik Semen
4. Batik Encim

Batik Jepara
1. Batik Parang Poro
2. Baik Kembang Setaman
3. Batik Sido Arum
4. Batik Sekar Jagat Bumi Kartini
5. Batik Lung-Lungan

Batik Semarang
1. Batik Samudra Naga
2. Batik Kampung Laut Latar Ganggang
3. Batik Bangau Semawis
4. Batik Asem Tugu
5. Batik Ngarak Warak
6. Batik Ning Klenteng
7. Batik Lawang Sewu

penjelasan tiap motif dari setiap daerah akan dijelaskan pada post selanjutnya :)